Backpacker ke Hongkong

Halo semua, apa kabar??

Udah setahun absen nulis di blog. Saya datang kembali untuk sharing perjalanan saya 2 tahun lalu di negeri favoritnya TKI Indonesia, HONGKONG! Motivasi saya ke Hongkong karena waktu kecil saya suka nonton film2 hongkong seperti young and dangerous, police story, dll sehingga ketika ada kesempatan saya segera membeli tiket kesana untuk merasakan atmosfer film tersebut. Apalagi Hongkong adalah salah satu negara yang bebas VISA untuk Indonesia. Saya ke Hongkong di bulan maret 2014 dengan cuaca kadang hujan kadang panas. Tapi perjalanan saya nggak lancar2 amat, ada beberapa lika-liku yang menyertainya.

Random Checking di HKIA

Sebelum kejadian ini, saya nggak pernah nyangka bakal kena random checking di bandara. Sebelumnya saya sudah baca di beberapa blog, random checking adalah hal wajar. Tapi pas kejadian lucu juga, abis keluar konter imigrasi saya tiba-tiba pintu keluar sepi dan dijaga beberapa polisi hongkong dengan pakaian warna hijau mirip hansip, dengan sopan memanggil saya dan teman saya sidik “hi sir, this way please”. Lah saya kaget juga Cuma yaudah pasrah, sementara temen saya sidik agak emosi dia keberatan dibawa ke ruang khusus.

Kami dibawa ke semacam ruang interogasi, tas saya dibongkar seluruhnya. Saya pikir apa karena tampang kita seperti TKI Illegal atau penyelundup obat?? Saya sih santai karena merasa tidak bawa barang-barang mencurigakan paling banter Cuma bawa diapet. Sementara temen saya makin emosi karena terakhir kami diminta tanda tangan sesuatu. Sampai akhirnya pak polisi hongkong itu bilang “this is a normal procedure sir, every day we must pick one or two foreigner to random checking”, dan saya pun lega.

Tidur di Bandara

                Setelah keluar gate, saya memutuskan untuk mencari spot tidur karena sudah larut malam saat itu. Spot yang saya pilih adalah deretan kursi sebelah McDonald. Sebelum tidur saya ditegur oleh mbak2 TKI dengan gaya Harajuku. Ternyata mbak2 TKI ini baru saja menunggu kedatangan temannya. Banyak juga orang local dan turis asing yang tidur di bandara. Selain di sebelah McDonald ada juga spot untuk tidur, seperti di terminal keberangkatan dan sebelum pintu keluar terminal kedatangan. Hari terakhir sebelum pulang pun saya tidur di bandara karena penerbangan pagi biar tidak telat (jarak antara HKIA dengan pulau utama Hongkong lumayan jauh).

image_1

Sleep in HKIA

Ngong Ping 360

                Keesokan harinya saya langsung deh mengexplore Pulau Hongkong. Pulau? Ya di Hongkong sendiri dibagi 3 pulau yaitu Kowloon Island (menyatu dengan daratan china), Lantau Island, dan Hongkong Island sendiri. Hari pertama saya langsung menuju Ngong Ping Buddha yang letaknya tidak terlalu jauh dari bandara. Saya titip tas di loker yang ada di Mall dekat pintu masuk Ngong Ping Buddha. Untuk menuju kesana kita naek kereta gantung, atau bisa juga dengan naik bus.

Sesampainya di komplek Ngong Ping, saya langsung makan kebab yang ada logo halalnya karena memang perut sudah mulai lapar. Setelah itu teman saya malah mengajak untuk menonton acara minum teh tradisional china yang ada di salah satu bangunan di komplek tsb. Sepanjang jalan banyak toko yang menjual souvenir, makanan, dll dengan bangunan bergaya tradisional china.  Lanjut kita jalan sampai ke gerbang menuju patung Buddha. Untuk menuju patung Buddha yang lumayan besar, kita mesti mendaki anak tangga dan membayar sejumlah uang masuk. Anak tangga yang ada tidak terlalu banyak seperti Borobudur, hanya saja karena lokasinya di perbukitan dan dari tempat turunnya kereta gantung cukup jauh jadi lumayan lah untuk olahraga.

Disneyland Hongkong

                Disneyland Hongkong masih berada di Lantau Island. Lokasinya terjangkau dengan MRT terdekat. Setelah kita di stasiun transit, kereta dengan motif micky dan Minnie mouse pun datang. Interior MRT nya pun penuh dengan tokoh-tokoh Disney seperti Donald Duck, Goofie, dll. Saya berencana membeli souvenir khas Disneyland HK. Tetapi ternyata tidak ada toko sebelum gerbang masuk, karena memang saya tidak berniat masuk ke dalam wahana Disney, maka saya hanya foto gerbang Disneyland saja untuk kemudian balik kanan pulang. Selain Disneyland yang seperti wahana anak2, untuk orang dewasa ada juga Ocean Park yang wahananya lebih menantang.

Mongkok

Sorenya setelah dari Ngong Ping dan Disneyland, saya menuju hostel untuk checkin. Hostel saya berada di daerah Mongkok, sengaja saya pilih daerah yang padat ini biar terasa aura film2 hongkong tahun 90an. Kebetulan pemilik hostel dulunya adalah WNI yang sekarang jadi WN Hongkong. Bahkan cleaning servicenya pun orang asli Indonesia alias TKI. Setelah chekin, kemudian lanjut kita bersih-bersih dan istirahat sebentar. Malamnya, teman saya Sidik janjian dengan Couchsurfer asli China yang kerja di Hongkong. Kami pun diajak makan di restoran vegetarian karena mengetahui kami muslim. Setelah makan malam, saya diajak jalan ke café es krim yang sedang hip kala itu. Perjalanan menuju café tersebut melewati gang2 yang mirip dengan film young and dangerous, dan kata teman baru kita ini memang dulu banyak kejahatan di daerah Mongkok dan juga tempat shooting film kesukaan saya itu.

image_21

Kowloon Mosque

The Peak

Keesokan harinya berencana menuju Avenue of the Star dan The Peak. Avenue of the star sendiri adalah jalan yang berada di pinggiran sungai, yang di lantainya ada tanda tangan dan cap tangan artis-artis terkenal asia seperti Bruce lee, Jackie chan, dll. Perjalanan menuju avenue of the star sangat mudah karena dekat dengan stasiun MRT. Saat itu cuaca cukup cerah dan cendrung panas, saya sempatkan berpose di Patung Bruce Lee. Dari avenue of the star kita bisa melihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit Hongkong Island.

Menjelang sore hari saya berangkat menuju The Peak yang berada di Hongkong Island. Untuk menuju The Peak ada beberapa pilihan transportasi seperti bus, tram, atau taxi. Saya memilih tram, karena tram disini naek ke bukit yang kemiringannya 45’. The Peak sendiri ada lokasi yang tertinggi di Hongkong, kita bisa melihat deretan gedung pencakar langit darisini. Ada 2 pilihan untuk menikmati panorama ini, jika mau sedikit bagus maka anda lebih baik beli tiket ke lantai atas Mall. Tetapi ada juga pilihan gratis menikmati The Peak di sisi luar Mall.

Demikianlah perjalanan singkat saya ke Hongkong, tunggu petualangan selanjutnya ya

 

Iklan

4 responses to “Backpacker ke Hongkong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s