Manila, saudara jauh Jakarta

Selamat Idul Fitri. Taqobbal Allahu minna wa minkum

Masih di dalam nuansa idul fitri, saya sebagai penulis pemula minta maaf klo dalam blog ini ada tulisan2 yang salah. Hampir setahun nih absen nge-blog karena kerjaan baru saya di Papua. Banyak juga utang tulisan perjalanan tahun lalu sampai saat ini yang belum dikerjakan. Semoga besok2 masih sempat nulis disela-sela kerjaan yang menggila.

Akhir agustus 2014 lalu saya berkesempatan mengunjungi negara tetangga kita yaitu Filipina. Filipina saat itu bukan tujuan utama saya, melainkan kota transit sebelum saya menyebrang ke HK. Karena ada jeda waktu beberapa hari ketika berangkat dan pulang, saya memutuskan untuk keliling sebentar di Manila. Hasil jalan-jalan sebentar inilah yang membuat saya merasa seperti di kota kelahiran saya sendiri, yaitu Jakarta. Untuk menuju manila, bias dilakukan dengan banyak maskapai salah satunya adalah Cebu Pacific Air yang terkadang suka melakukan untuk tujuan domestic maupun internasional.

Kota Manila sendiri itu dibagi dengan banyak distrik, seperti Makati City, Taguig City, Quzeon City, dll. Kata “city” sendiri bukan merupakan Kota yang berdiri sendiri tetapi lebih seperti Kecamatan di Indonesia. Tingkat kemacetan, polusi, kebersihannya sangat mirip dengan di Jakarta. Tetapi ada area-area khusus yang bersih dan cukup elit seperti di Sudirman-Thamrin.

Pemandangan Pinggiran Kota Manila

Pemandangan Pinggiran Kota Manila

Hal-hal yang mirip dengan Jakarta:

  1. Macet

Macetnya Manila mungkin sama dengan Jakarta. Dengan struktur Kota yang padat dan banyaknya kendaraan umum dan pribadi yang ada membuat Manila di jam-jam sibuk nuansanya seperti Jakarta. Apalagi jika hujan badai terjadi yang mengakibatkan banjir, dijamin akan macet berjam-jam.

  1. Padat penduduk

Jika anda pernah ke pemukiman padat penduduk Jakarta di kawasan Tanah Abang, Manggarai, maka anda tidak akan kaget lagi di Manila. Daerah2 seperti EDSA, Guadalupe Viejo, yang saya datangi kondisinya sangat mirip.

  1. Kotor

Nah ini yang paling mirip, di pedestrian (sidewalk) banyak sekali sampah, juga banyak juga orang yang pipis sembarangan sehingga membuat jalanan jadi bau. Tetapi tidak semua daerah kotor, di Bonafacio Global City bahkan saking modern dan bersihnya menurut saya mirip sama Orchard Road di Singapore.

  1. Doyan nge-mall

Lah ini juga kebiasaan masyarakat yang mirip, di Manila saya mampir ketiga mall yang ada (SM Mall of Asia, SM Aura, dan Power Plant mall) hamper selalu ramai bahkan di hari kerja. Foodcourt dan café juga dijadikan sarana buat nongkrong bagi para pinoy disana.

  1. Ramah

Orang asli filipin (pinoy) yang saya temui hamper semuanya ramah, kecuali supir taxi yang nakal bawa muter2 biar argonya naik. Pinoy selalu kaget kalau mengaku kita org Indonesia, karena sekilas penampilan fisiknya sangat mirip. Ketika saya di Intramuros mau menuju Makati, saya sampai dicariin ojek sepeda sama orang yang baru aja saya kenal. Di bis yang saya naiki menuju SM Aura, saya diajak ngobrol orang sebelah saya yang heran kenapa mau ke Manila haha. Juga roommate saya di hostel yang ngajak ke mall brg kemudian ditraktir makanan semacam kembang tahu, dan juga diajari beberapa Bahasa tagalog.

Bonafacio Global City, salah satu daerah elitenya Jakarta

Bonafacio Global City, salah satu daerah elitenya Jakarta

Hal-hal yang perlu kita contoh

  1. Disiplin antri

Orang2 pinoy itu walau macet dan kehujanan, tetapi mereka kalau antri tertib. Saya takjub mulai dari menunggu taxi di bandara, beli tiket LRT, sampai beli tiket bus semua antri dengan tertib dan gak ada satu alay pun yang menyelak antrian.

  1. Modis

Kalau ini saya akui pinoy dan pinay lebih keren fashionnya. Mungkin karena mereka benar2 berkiblat ke amerika jadi punya kesadaran style yang lebih. Brand2 amrik jadi raja di filipin mulai dari sepatu nike sampai tas jansport itu dipake hamper semua generasi muda. Di pinggiran kota banyak orang2 yang berpakaian seperti pemain NBA.

  1. Tidak membunyikan klakson saat macet

Ini juga kebiasaan keren, pas saya kejebak macet di Manila tidak ada satupun mobil yang membunyikan klakson. Mungkin penduduknya udah sadar kalau membunyikan klakson saat macet adalah hal sia-sia.

Ada juga hal yang menarik lainnya yaitu security (satpam) di Manila selalu membawa Senapan Api, mungkin karena Senjata Api di legalkan di Manila jadi securitinya mesti mempunyai pengamanan extra. Awalnya agak kaget juga liat security bawa shotgun segede gaban hehe. Kemudian ada juga angkutan khas yaitu Jeepney, sejenis jeep peninggalan PD2 yang disulap jadi angkot. Lucunya di jam-jam kantor ada juga orang berjas rapih naek jeepney hehe.

Di Manila sendiri terdapat beberapa objek wisata, berikut yang saya datangi adalah:

Intramuros

Intramuros adalah kota tua hasil peninggalan bangsa spanyol. Sekeliling Intramuros dibangun tembok berwarna hitam, didalamnya terdaoat banyak bangunan seperti ruko dengan arsitektur khas spanyol yang sekarang dipakai sebagai sekolah, kantor pemerintahan, dan tempat tinggal.

Intramuros

Gerbang Intramuros

Fort Santiago

Kalau ini adalah benteng pertahanan, letaknya dekat dengan Intramuros. Sebelum masuk kita mesti bayar fee entrance di pintu gerbang. Ada beberapa taman yang cukup luas di dalamnya. Benteng ini dikelilingi parit, persis seperti di film2 jaman medieval. Didalam benteng tidak terlalu banyak yang bias dinikmati karena hanya ada bangunan seperti kantor.

Fort Santiago

Fort Santiago, benteng abad pertengahan

Mall of Asia

Nah kalau ini adalah mall terbesar se-Asia Tenggara (katanya). Saya mengunjungi ini di hari terakhir sekedar liat-liat dan beli souvenir. Menurut saya pribadi, mall ini tidak terlalu besar dalam segi bangunan karena hanya terdiri dari 2 lantai tetapi areal mall sangat luas sehingga dianggap besar. Saat saya weekend, mall ini ramai sekali terbukti dengan penuhnya hamper semua gerai makanan.

Mall of Asia

Mall of Asia yang luas

Resort World Manila

Ini mirip dengan Resort World sentosa di Singapore, bedanya di Singapore lebih wah. Letak Resort World Manila disebrang NAIA Terminal 3. Tiap jam ada shuttle bus yang menjemput sehingga kita tidak perlu repot2 jalan kaki. Selain casino, disini juga ada mall buat nongkrong2.

Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata di Manila, tapi berhubung waktu terbatas hanya tempat-tempat tersebutlan yang saya kunjungi. Untuk makanan, memang agak susah mencari makanan halal di Manila. Tapi kita bisa akali dengan memesan menu ikan/vegetarian. Kalau mau aman bisa berkunjung ke Quiapo yaitu daerah mayoritas muslim di Manila. Opsi terakhir seperti yang saya lakukan adalah bawa rendang dari rumah hhehe. Happy Holiday Fellas!

Manila Catedral

Manila Catedral

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s