Gili Trawangan, Pulau Indah yang Ramah Lingkungan

Setelah puas melihat pesona pantai di Bali, saya kepikiran untuk melanjutkan trip ke pulau sebelahnya, yaitu Pulau Lombok khususnya Gili Trawangan. Pulau Lombok sendiri dihuni mayoritas Suku Sasak yang memiliki kekerabatan dengan Suku Bali. Bedanya Suku Sasak mayoritas Islam sedangkan Suku Bali mayoritas Hindu. Saya ke Pulau Lombok menggunakan pesawat karena ternyata biayanya murah dan cepat, hanya 300rb harga normal. Tujuan saya ke Lombok adalah ke 3 gili dan Pantai Senggigi. Saya ditemani Oka, rekan seperjalanan saya di Bali. Serunya, perjalanan dari Bali ke Lombok yang hanya 30 menit menggunakan pesawat kecil sejenis ATR milik maskapai W*ngs Air. Kami berangkat pagi2 jam 9 dari Bali dan sampai 30 menit kemudian. Bandara Lombok Praya berada di tengah2 pulau (dulu berada di Kota Mataram).

How to get there?

Untuk menuju Gili Trawangan ada berbagai macam cara. Yang pertama anda bisa ke gili melalui Bali menggunakan fastboat, harganya kisaran 500-700rb untuk PP (termasuk jemput dari penginapan). Cara kedua adalah menyewa taxi/mobil dari Bandara Lombok Praya langsung menuju Pelabuhan Bangsal (Pelabuhan rakyat untuk menyebrang ke gili), harganya kisaran 700-800rb tergantung negosiasi, kalau ramai lebih baik naek ini. Cara ketiga adalah dengan naek bis Damri ke Pantai Senggigi (35rb) lanjut naek taxi (50-75rb) ke Pelabuhan Bangsal. Saya menempuh cara yang terakhir karena ekonomis hehe..

Pelabuhan Bangsal, Lombok

Pelabuhan Bangsal, Lombok

Ditengah perjalanan, saya dan Oka bertemu seorang bapak2 yang juga akan menuju Gili Trawangan. Kami pun akhirnya bareng naek damri dan taxi sampai Pelabuhan Bangsal. Di Pelabuhan Bangsal ada 3 pilihan penyebrangan, ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Yang paling ramai tentu saja Gili Trawangan. Sebaiknya kalau menyebrang dari Pelabuhan Bangsal harap memperhatikan musim. Waktu saya menyebrang saja yang notabene musim panas, ternyata ombak yang ada cukup besar sehingga membuat kapal tradisional yang kami naiki berguncang cukup hebat. Sesekali air laut pun masuk membasahi tubuh kami akibat hempasan ombak.

Sesampainya di Gili Trawangan, hari sudah sore dan saya segera mencari penginapan yang telah saya pesan sebelumnya. Harga penginapan di Gili Trawangan bervariasi mulai dari 200rb sampai jutaan. Saya dapat penginapan ber-AC seharga 180rb dapat breakfast. Dengan harga yang cukup murah itu, ternyata letak penginapannya agak ke tengah pulau. Selama di Gili Trawangan, saya menyewa sepeda untuk transportasi. Kendaraan bermotor dilarang masuk Gili Trawangan, jadi yang ada hanya sepeda dan delman. Dengan kebijakan ini, rupanya menarik wisatawan asing yang datang karena jarang sekali ada tempat yang ramah lingkungan seperti ini. Sore harinya saya dan Oka hanya berenang-renang di tepi pantai sekalian nunggu sunset. Setelah itu saya memesan paket snorkelling ke 3 gili di salah satu tur guide yang ada.

Pantai di Gili Trawangan

Pantai di Gili Trawangan

Soal makanan, anda jangan khawatir kelaparan. Mulai dari warung sampai restoran berkelas ada disini. Sebagai muslim, saya pun dimanjakan dengan banyaknya warung lokal yang halal dan murah hehe. Malam harinya, kami makan seafood di pasar malam Gili Trawangan. Saya dan Oka memesan sate seafood yang bisa dipilih, saya memilih sate udang, ikan tuna, dan cumi dengan bumbu khas yang rasanya enak sekali. Suasana sekitar sangat ramai dengan turis asing, turis lokal hanya beberapa yang saya temui.

Pasar Malam

Pasar Malam

Keesokan harinya saya berpisah dengan Oka, dia berencana pulang ke Jogja. Jam 10 saya sudah datang ke tempat tur snorkelling. Pesertanya lagi-lagi kebanyakan turis asing, daripada bengong saya malah kenalan sesama turis lokal yaitu 3 pemuda abis naik Gunung Rinjani dan 1 pasutri. So far aktivitas snorkelling ada di 3 spot di 3 Gili itu sangat menyenangkan. Siang hari kami dapat makan siang di Gili Meno, sayangnya yang punya restoran kurang bisa memanage dengan baik. Pesanan kami datangnya lama sekali sehingga pas datang waktu makan harus cepat karena kita akan melanjutkan snorkelling ke spot terakhir. Di Gili Trawangan, hampir tiap malam ada party yang diadakan oleh bar dan club yang ada disana, mirip dengan kondisi jalan Legian di Bali. Bahkan bisa dibilang, diantara 3 gili (Trawangan, Air, dan Meno), Gili Trawangan lah yang paling seru untuk anak muda (apalagi buat turis barat) hehe..

Pulau Ramah Lingkungan

Pulau Ramah Lingkungan

Hampir seluruh pantai yang ada di Gili Trawangan sangat bagus dan memanjakan mata. Kita bisa melihat gradasi air mulai dari biru muda ke biru tua, apalagi jika memandang ke arah Pulau Lombok maka anda akan disuguhkan pemandangan air laut yang cantik serta gunung yang gagah dikejauhan. Di sepanjang pantai di Gili Trawangan, banyak sekali pub dan bar. Untuk mengelilingi Pulau Gili Trawangan anda hanya memerlukan waktu kira-kira 30 menit naek sepeda dengan santai. Saya yang tadinya berencana 2 hari jadi menambah hari untuk menikmati Gili Trawangan. Ada kejadian kurang mengenakan bagi Oka, karena pesawat dia yg ke Jogja itu pagi2, dia akhirnya tidur di mushola Bandara Lombok agar tidak ketinggalan pesawat. Naasnya, pas subuh2 musholanya malah dikunci dan baru dibuka jam 7-an (pesawat Oka jam 7 pagi). Alhasil dia membeli tiket pesawat lagi untuk penerbangan di sore hari. Pesan moralnya : jgn tidur di bandara Indonesia haha

Panorama Gili Trawangan

Panorama Gili Trawangan

11 responses to “Gili Trawangan, Pulau Indah yang Ramah Lingkungan

    • Ya bisa dong, aku jg ud komen kyknya di blogmu hahaa..

      3 Gili emang bagus banget, dan ternyata masih ada gili lain yang gak kalah bagus di sekitaran lombok (gili artinya pulau kecil)..
      Klo wisata alam, Indonesia emg juara deh!

      Ayo ksana ndah, mumpung msh muda hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s