Ikan Hiu dan Ikan Salmon

Awal maret 2011, Saya ditanya sama seorang kakak kelas waktu sma. Pertanyaan simpel tapi cukup membuat Saya berpikir.

 

Kakak kelas: “hil, kira-kira 5 tahun lagi kalo udah lulus mau jadi apa??”

Me : “hmm, hmm” (mikir dulu), “Wah belum kepikiran tuh”

Kakak kelas :”ayo mulai dipikir dong dari sekarang, mumpung masih muda harus ada rencana dalam hidup”

Me : “oh gitu ya bang, emang kenapa?”

 

Lalu kakak kelas Saya tersebut cerita tentang temannya teman dia (nah lo??) seorang anak IPB yang sukses dengan merencanakan hidupnya. Caranya simpel banget, dia Cuma nulis 100 keinginannya di kertas terus ditempel di kamar kosannya. Awalnya sih dia di ketawain sama temen-temennya. Tetapi dia cuek dan bertahun-tahun kemudian apa yang dituliskannya menjadi kenyataan. Mulai dari mau jalan-jalan ke Indonesia timur (lupa dimana) sampe sekarang dia kuliah di jepang. Semua berawal dari impian yang dituliskannya itu. Dan ternyata setelah Saya cek di Kaskus ada loh profil orang ini (berarti ini fakta gan)

Selain cerita tentang anak IPB itu, kakak kelas saya juga cerita tentang ikan salmon dan ikan hiu. Konon katanya (bukan lagu mbah dukun ya), ikan salmon adalah ikan penjelajah. Ikan salmon dapat berenang dari satu samudera ke samudera lain. Menantang ombak dan badai, juga suka melawan arus seperti berenang dari hilir ke hulu (hebat!). Selain sifatnya yang gahar, ikan salmon juga bergizi dan punya nilai ekonomis tinggi. Lalu suatu hari, ada orang Jepang yang mau ekspor ikan salmon ke eropa melalui drum2 raksasa. Tentu orang eropa maunya ikan salmon yang segar yang berarti harus dalam keadaan hidup ketika dikirim.

Kemudian pengiriman pertama pun dilakukan. Sesampainya di eropa, ikan salmon yang ada di dalam drum banyak yang mati sehingga merugikan si orang Jepang. Kemudian si orang Jepang punya ide, karena orang ini tau kebiasaan ikan salmon yang dinamis, maka didalam drum2 tersebut dimasukkan ikan hiu (yang seukuran salmon) sehingga ikan salmon itu terus bergerak. Lalu pengiriman kedua pun dilakukan dan hasilnya ketika sampai di eropa, ikan salmon tersebut masih segar dan masih kejar-kejaran dengan ikan hiu.

Saya termenung, jujur setelah dapet kuliah di salah satu PTN di Indonesia tujuan hidup saya mulai gamang. Kalau waktu SMA saya ngebet bgt pengen masuk PTN sehingga membuatku menambah porsi belajar saya, yang tadinya 3x sehari bisa lebih dari itu (itu makan deng). Nah sekarang malah hidup saya kayak artis sinetron kalau ditanya infotainment “mengalir aja kayak air”. Padahal waktu saya kuliah dan belajar Hidrologi, air mengalir pasti ke tempat yang lebih rendah. So, saya memutuskan untuk menulis “wish list” impian Saya. Mumpung mimpi gratis, kata kakak kelas saya. Hehehe..

Oleh karena itu, bagi para pembaca yuk kita bikin “wish list” impian kita. Biar kedepannya hidup kita lebih terarah dan mempunyai tujuan. Bahkan, ketika adek saya jadi Mahasiswa Baru di kampus yang sama, dia juga disuruh bikin “wish list” untuk kemudian ditempel di kamar kos. Ini baru ospek yang mendidik dan keren. Bukankah terkadang hidup kita perlu tantangan untuk mendapatkan yang lebih baik. Salam Lemper😀

 

minjem dari : experification.wordpress.com

minjem dari : experification.wordpress.com

9 responses to “Ikan Hiu dan Ikan Salmon

  1. haloo salam kenal, kunjungan sahaabaaat
    nice posts, saya suka tulisan2 travelling-nya, terus menulis yah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s