Plesir ke Tanjung Bira

Sebagai pecinta pantai, saya menyempatkan mampir ke Tanjung Bira pada perjalanan ke Makassar pada bulan Januari lalu. Awalnya saya nggak kepikiran, tapi setelah browsing tentang wisata di Sulawesi Selatan, Tanjung Bira merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Tanjung Bira sendiri letaknya di Kabupaten Bulukumba, kalau dari peta berada di ujung timur dari Kota Makassar. Kemudian setelah browsing sana-sini ketemulah cara untuk menuju Tanjung Bira.

How to get there

                Jika anda naek kendaraan umum, maka anda harus ke terminal Malengkeri terlebih dahulu. Kemudian darisana ada kendaraan semacam Avanza/Inova yang akan mengantarkan anda ke Tanjung Bira. Biayanya berkisar antara 50-70rb, tidak bisa dipastikan (tergantung supir). Saya pribadi beruntung diajak anak2 bpi (backpacker Indonesia) sehingga hanya patungan sewa mobil. Perjalanan dari Makassar sendiri ±6 jam. Kami berangkat malam hari jam 00.00 sampai di Tanjung Bira jam 06.00.

Pantai Tanjung Bira

Sesampainya di Tanjung Bira, kami gak bisa langsung nyemplung ke pantai. Bulan Januari itu masih musim penghujan, jadi rencana kita mau maen di pantai sambil menikmati sunrise gagal. Awan mendung menyelimuti sekitaran pantai. Sisa-sisa keindahan pantainya sih masih terasa, dari jauh terlihat gradasi air laut dari biru sampai tosca. Pasir pantai di Tanjung Bira halus banget, mirip sama tepung. Angin laut kencang sekali menerpa kami, yakin deh kalau ada layangan pasti langsung terbang tinggi. Angin laut saat itu juga membawa muatan lain yaitu sampah dan lumut yang membuat pemandangan kurang menarik. Selain angin, ombak yang ada saat itu juga besar. Jika ingin mengunjungi Tanjung Bira, ada baiknya pas musim kemarau agar keindahan pantai bisa dinikmati dengan maksimal

Pantai Tanjung Bira!

Pantai Tanjung Bira! kalau musim kemarau pasti lebih keren viewnya :p

Toko Kelontong di Bira

Toko Kelontong di Bira

Pantai Bara

                Ternyata di dekat pantai Tanjung Bira, ada juga pantai tersembunyi yaitu Pantai Bara. Letaknya kira-kira 500 meter dari Tanjung Bira. Kalau di Tanjung Bira udah ramai dengan penginapan dan penjual, di Pantai Bara ini sepi sekali. Hanya ada satu atau dua penginapan di pinggirnya. Pantainya sendiri cukup luas dan datar. Saat saya kesini keadaan sepi, jadi berasa seperti private beach. Tapi pasirnya masih lembutan di Tanjung Bira. Karena sepi, saya dan 2 kawan baru saya langsung nyebur. Airnya dingin karena mungkin keadaan cuaca yang mendung terus. Setelah mengigil dan keadaan cukup ramai oleh turis local n asing kami pun segera angkat kaki dan mencari sarapan.

Hidden Place

Hidden Place

Pantai Bara

Pantai Bara

Tanah Beru

                Puas main di pantai, kami segera angkat kaki menuju destinasi selanjutnya yaitu Tanah Beru alias desa pembuat kapal tradisional. Nah di desa ini banyak sekali kapal phinisi dan kapal tradisional lainnya yang sedang dibuat. Hampir semua materialnya berasal dari kayu. Letaknya pun tidak jauh dari Tanjung Bira. Jika anda kemari, saya sarankan agar membawa syal/penutup muka. Alasannya karena banyak sekali serbuk kayu yang berterbangan. Saya adalah korban keganasan serbuk kayu tsb, ketika turun dari mobil mata saya langsung kelilipan dan rasanya perih sekali. Hasilnya saya jadi gak maksimal menikmati keindahan desa ini karena sibuk mengucek mata, sesekali dibilas dengan air.

Tanah Beru!

Tanah Beru!

Kapal Phinisi yang belum jadi

Kapal Phinisi yang belum jadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s