Dolphin Show and Snorkelling at Lovina Beach

Judulnya aja pake bahasa inggris, isinya sih enggak hehe..

Jadi saya mau cerita sedikit tentang pengalaman ke Bali bulan Agustus lalu. Karena pada trip ini saya mengajak ortu dan adek saya jadilah kami ke tempat-tempat yang mainstream kayak Kuta, Uluwatu, dan Lovina. Lovina sendiri letaknya di Ujung Utara Pulau Bali, tepatnya di Kabupaten Buleleng. Saya ke Lovina dengan menyewa mobil+supir, kira-kira dari Kuta 2-3 jam.  Sepanjang perjalanan banyak juga bule yang kea rah Lovina dengan motor sewaan. Saya berangkat dari pagi, tapi karena mampir dulu di Tanah Lot, Ulun Danu, dan Air Terjun Sigitgit, nyampe Lovina pas maghrib deh.

Di Lovina ini agak sepi menurut saya, mungkin karena letaknya yang jauh dari Kuta sehingga gak banyak turis domestic disini. Kebanyakan yang saya temui berasal dari Luar Negeri. Kami sekeluarga menginap di Angsoka Hotel yang berada di daerah Kalibukbuk (daerah backpackernya Lovina). Namanya hotel tapi tarifnya hostel hehe.. Kebetulan yang milih hotel ini adalah bokap, dan bokap gak salah pilih karena hotelnya nyaman, ada kolam renang, dan dapet sarapan gratis. Kekurangannya hanya satu, yaitu nggak ada TV di kamar. Tapi itu bukan masalah, karena kami tidak sempat juga untuk menonton tivi, padat dengan jadwal jalan-jalan😀.

Malam harinya, saya diingatkan untuk mencari nelayan/warga local untuk menyewa perahu. Belum sempat mencari, tiba-tiba ada bapak2 menawarkan jasa sewa kapal untuk melihat lumba-lumba.  Harga per orang untuk menyewa kapal adalah 75rb, tapi jika ingin sekalian snorkeling jadi 200rb. Karena sudah malam dan ingin segera istirahat, saya meng-iyakan tawaran tersebut sambil membayar DP. Oia untuk melihat lumba-lumba, kami diharuskan siap pagi-pagi karena kawanan lumba-lumba di Lovina hanya muncul sekitar jam 6-7 pagi.

Kapal Para Turiskapal para turis

Keesokan harinya, setelah subuh saya bangunin adek saya yang masih pules di kasur. Setelah kami siap, langsung cus ke Pantai terdekat dan menuju ke tengah laut untuk melihat lumba-lumba. Ternyata pagi itu (jam 5.45) sudah ramai juga oleh turis-turis asing yang menyewa kapal seperti saya, ada juga yacht yang terparkir di tengah laut. Dalam keadaan yang remang-remang dan menunggu sunrise, kami berangkat. Saya agak menyesal pake pakaian tipis, karena kena angin dari laut itu cukup dingin dan membuat saya kebelet pipis T_T.

Yachtyacht

                10 menit pertama kita masih segar dan gembira. Tapi 30 menit kemudian suasana hening karena si lumba-lumba gak muncul juga. Kapal kami arahnya tidak jelas, sepertinya pak nelayan mengarahkan kami ke kerumunan kapal yang ada di depan saya. Kemudian setelah menunggu agak lama muncullah si lumba-lumba. Sang nelayan berkata, “itu dek, pak, lumba-lumbanya”, sembari menunjuk kea rah lumba-lumba yang malu-malu menampakkan diri. Sang dolphin pun sesekali menampakkan diri, tapi Cuma punggungnya saja yang kelihatan jelas. Saya senang sekali saat itu bisa melihat lumba-lumba di alam bebas. Waktu kecil pernah sih, tapi lumba-lumba di seaworld.

lumba2si lumba – lumba

                Setelah puas melihat lumba-lumba, kami pun segera menuju spot snorkeling. Tapi sebelum itu, kami kea rah pantai dulu karena ibu saya nggak mau snorkel hehe. Setelah mengantarkan ibu saya ke tepi pantai, saya ke wc umum dulu karena daritadi menahan pipis. Baru selesai dari wc, bapak nelayan berkata “ayo mas, dek, kita segera ke kapal. Kalau kesiangan nanti ombaknya makin besar”. Saya pun segera berlari padahal saat itu masih sekitar jam 8 pagi. Sesampainya di spot snorkeling, saya segera pasang google dan pelampung kemudian nyebur. Si bapak nelayan tiba-tiba mengeluarkan roti untuk memancing ikan-ikan kecil keluar, dan berhasil. Saya, adek, dan bokap dikelilingi ikan-ikan yang tampaknya tidak takut dengan manusia. Kadang-kadang tangan saya digigit sehingga geli geli gimana gitu hehe.

perairan lovina Snorkell

Pemandangan bawah lautnya bagus karena airnya jernih serta banyak karang dan ikan yang berwarna warni. Hal ini disebabkan, warga sekitar menjaga spot ini sebagai asset wisata. Dengan tidak memperbolahkan mincing atau menangkap ikan disini. Lagi asyik-asyik berenang, tiba-tiba adek saya naek ke kapal, doi mabuk laut -_-. Setelah adek dan bokap saya naek, tidak lama kemudian saya pun mengakhiri snorkeling juga. Karena saya merasa arus makin kuat, sehingga cape juga berenang-renang biar tidak terlalu jauh dari perahu.

Setelah puas kami pun segera kembali ke hotel dan membayar sewa kapal kepada si bapak nelayan. Acara selanjutnya ya mandi dan makan pagi. Seru juga ya ternyata melihat binatang seperti lumba-lumba di alam bebas, mungkin lain kali saya ingin juga mencoba melihat kudanil atau zebra di alam bebas, aamiin XD!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s