Air Sungai Kapuas

Konon katanya, barangsiapa yang telah minum air Sungai Kapuas maka akan kembali lagi ke tempat dia meminum air tersebut.  Itu adalah ucapan seorang General Manager tempat saya bekerja tahun lalu di sebuah perkebunan sawit di pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya di perbatasan Kab. Sekadau dan Kab. Sanggau. Mungkin mitos ini juga terkenal di bumi borneo bahwa jika ada seseorang yang ke Kalimantan maka suatu saat dia akan balik lagi. Kalau menurut saya sih ini hanya kebetulan belaka. Singkat kata saya tidak lama kerja di perkebunan tsb, karena agak sulit beradaptasi di lingkungan yang jauh dari kota maklum saya lahir dan besar di Ibukota Negara.

Perjalanan dari Pontianak menuju tempat kerja saya cukup berliku. Jalan mulus hanya sampai simpang Tayan, setelah itu saya seakan offroad sampai lokasi. Kota Sekadau dan Sanggau yang pernah saya kunjungi tidak terlalu besar, bahkan masih lebih ramai kota kecil di Sumatera daripada di Kalimantan. Tiap hari minggu saya dan kawan-kawan yang bekerja disana segera berkunjung ke Kota Sekadau untuk nongkrong, karaokean, membeli logistik dan makan enak karena kerja di Site Office itu minim hiburan dan makan enak.

Hal positif tinggal disana adalah bebas macet dan aman. Jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak membuat daerah Sekadau jadi tidak macet. Tapi kalau ada dangdutan bisa jadi macet mendadak. Transportasi yang banyak digunakan penduduk local adalah motor, namun untuk perjalanan jauh biasanya penduduk menggunakan TAXI (atau travel) biasanya dengan minibus untuk bepergian. Bis umum hanya sedikit yang beroperasi. Rata-rata bis umum menuju kota-kota yang ada di Kalbar seperti Kota Sintang, Kota Sanggau, Kota Pontianak, dan Kota Kuching di Malaysia.

Kota Sanggau Kota Sekadau

Masalah keamanan juga membuat saya kagum, penduduk local yang mayoritas Suku Dayak cukup ramah terhadap pendatang. Tidak seperti bayangan saya sebelumnya. Bahkan ketika masih kerja disana, saya sering tidak mengunci pintu kamar, menaruh BB dan dompet sembarangan, dan barang tsb pun tidak ada yang menyentuhnya. Motor-motor yang ada bahkan tidak diambil kuncinya (masih menempel di motor). Naasnya, begitu saya pulang ke Jakarta rasa was-was saya kurang karena terbiasa aman sehingga BB saya pun raib di copet di Metromini 19 tujuan Tanah Abang.

Sei Merah Sei Merah2

Selang beberapa waktu kemudian, dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama saya kembali ke Kalbar. Tapi kali ini dalam rangka sementara yaitu untuk survey. Tapi kali ini saya tidak kembali mengunjungi Kota Sekadau dan Sanggau yang dilewati Sungai Kapuas, tapi saya dapat kerjaan survey di daerah Tayan Hilir yang lokasinya pun masih disekataran Sungai Kapuas. Dalam waktu yang tidak terlalu lama saya pun meminum kembali Air Sungai Kapuas (yang telah diolah tentunya).

Nyebrang

10 responses to “Air Sungai Kapuas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s