Keliling Sumatera Selatan

Pada tahun 2012 lalu, saya berkesempatan melakukan perjalanan kerja di sekitar Sumatera Selatan.  Karena waktunya cukup lama maka saya anggap saja sekalian travelling agar suasana santai. Tetapi pada akhirnya pun karena bukan “jalan-jalan” sesungguhnya melainkan urusan kerjaan, saya sempat  lupa mengabadikan momen-momen tersebut. Setidaknya saya mampir kelima kota besar yang ada di Sumatera Selatan yaitu Palembang, Kayu Agung, Sekayu, Lubuk Linggau, dan Prabumulih. Karena letak kota-kota tersebut terpencar ke seluruh mata angina, saya anggap diri saya telah mengelilingi Sumatera Selatan.

Perjalanan pertama saya singgah ke Kota Lubuk Linggau karena proyek kerjaan saya berada di daerah dekat kota ini. Kota Lubuk Linggau cukup ramai dan memiliki sajian makanan yang cukup menggoda. Karena berada di Sumsel yang khas dengan Pempek, saya pun mencoba pempek yang berada di dekat hotel tempat saya menginap, dan rasanya pun maknyoos. Sorenya saya mencicipi kuliner yang bernama “Dendeng Batokok” dan rasanya pun enak, patut untuk dicoba. Beberapa hari setelahnya, saya pun melanjutkan perjalanan ke Sekayu. Di tengah perjalanan, saya sempat berpapasan dengan gerombolan anak SMA yang gelagatnya ingin tawuran. Sungguh disayangkan ternyata wabah negatif tawuran sudah sampai di Kota kecil ini.

sumsel 1

Di Kota Sekayu agak lebih sepi dibanding dengan Lubuk Linggau. Tapi di Kota yang mempunyai semboyan “Serasan Sekate” ini, memiliki banyak bangunan baru khususnya di bidang olahraga. Kebetulan kota ini pernah menjadi pelaksana PON beberapa tahun sebelumnya. Di kota ini saya mencoba kuliner khas Sumsel lainnya yaitu “Pindang Ikan”. Untuk masalah ikannya ada beberapa pilihan seperti Ikan Patin, Ikan Baung, dll. Tp selera saya lebih cocok dengan Ikan Baung. Hotel di kota ini sangat jarang, karena memang bukan merupakan daerah tujuan wisata.

Beberapa hari setelah itu saya pulang sejenak ke Jakarta. Setelah sekitar 2 minggu di Jakarta saya kembali berpetualang di Sumsel. Setelah sampai di Kota Palembang, saya segera menuju Kota Kayu Agung. Sesampainya di Kota Kayu Agung awalnya saya dapat penginapan yang minim fasilitas. Baru masuk sudah ada kelabang lewat dan dalam kamarnya terasa apek. Alhamdulillah, keesokan harinya saya dipindahkan ke hotel yang lebih layak. Di Kayu Agung atau dalam bahasa Inggris disebut Holywood (maksa), saya melihat banyak rumah panggung khas Sumsel. Di Kota ini pun terdapat taman kota dan terkadang dapat dijumpai pasar malam yang ramai pengunjung.    Setelah dari Kayu Agung saya melanjutkan perjalanan ke Kota Prabumulih, kota ini cukup ramai dan memiliki banyak restoran fastfood, sehingga saya tidak terlalu merasakan kekhasan dari kota ini.

asap dan kota kuto besak

Di Kota Palembang, saya sempet bertemu dengan teman SMP saya dulu yang sedang bekerja disini. Setelah bertemu saya pun diajak jalan-jalan ke Jembatan Ampera, Gelora Sriwijaya, dan tidak lupa mencicipi mie celor yang gurih. Untuk pempek, pempek bermerk yang saya sukai adalah pempek nony karena “cuko”nya sangat cocok dilidah saya dan membuat orang berkeringat karena pedasnya, sedangkan untuk yang tidak bermerk adalah pempek yang ada di dekat Masjid Agung. Ngomong-ngomong soal pempek, di Palembang banyak sekali varian pempek. Jika di Pulau Jawa saya hanya kenal dengan pempek kapal selam dan lenjer saja, di Palembang saya yang kebetulan suka pempek disuguhkan oleh varian pempek panggang, pempek adaan, pempek keriting, pempek kulit, dll. Bahkan oleh-oleh yang saya bawa ke rumah adalah satu dus besar pempek.

ampera & jakabaring

7 responses to “Keliling Sumatera Selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s