Wisata Musium di Jakarta

Awal tahun 2009 lalu, saya yang bergabung di Kelompok Studi Geografi (KSG) diajak oleh kakak kelas angkatan 2006 untuk jalan2 sekitar jakarta. Tujuannya adalah ke museum yang tersebar di Jakarta. Karena saat itu sedang libur semester dan tidak ada kerjaan berangkatlah saya dan kawan-kawan untuk berkumpul di Jakarta Kota (Museum Fatahillah).

Saya berangkat naik transjakarta karena murah Rp 3.500 sudah bs sampai Halte Kota. Kebetulan saat itu bulan Januari pas musim hujan sehingga keadaan becek dimana mana. Sesampainya di halte kota saya segera menuju meeting point di museum fatahillah.

Sampai depan museum pun hujan, ya terpaksa kita berteduh di depan museum sambil menunggu kedatangan anak2 KSG dari depok. Setelah berkumpul saya bayar uang iuran ke panitia untuk biaya masuk museum dan makan siang. Kemudian kami dibagi 2 tim, karena ada dua orang kakak kelas angkatan 2005 yang akan menjadi tour guide.

Intinya sih dlu museum fatahillah itu kantor nya kompeni (seingat saya), dan di ruang bawah tanah nya ada penjara yg sempit dan pengap. Kemudian kita melihat koleksi-koleksi museum seperti tempat tidur kompeni, alat-alat makan, dsb. Di halaman belakang ada patung Dewa Hermes (dewa dagang yunani) dan meriam si Jagur (meriam yg belakangnya berbentuk jempol)

kota(depan museum fatahillah)

Setelah itu kita lanjut trip ke Museum Bank Indonesia (BI). Di perjalanan ke museum BI kita lewat gedung ber-arsitek belanda sembari jajan es krim potong. Sayang sekali bangunannya tidak terawat dan kumuh. Museum BI pun msh gedung peninggalan kompeni. Luarnya khas bangunan belanda, tapi didalamnya bagus dan mempunyai kesan mewah. Atraksi di dalam museum pun bagus ada nonton film sejarah uang, kemudian permainan interaktif, dan tentu saja uang Indonesia dari masa ke masa. Cukup keren museum ini menurut saya.

museum-bi

Setelah museum BI target selanjutnya adalah Monas. Lanjutlah kita naek transjakarta menuju halte monas. Saya yang lahir dan besar di Jakarta aja baru kali ini masuk ke dalam monas dan naek ke atasnya hehehe.. Didalam monas sendiri isinya diorama tentang sejarah bangsa Indonesia. Setelah liat diorama kami pun lanjut naek ke puncak monas, karena bukan peak season jadi sepi dan kita pun tidak perlu antri untuk ke atas monas.

dr atas monas

(dari atas monas)

monas(dari bawah monas)

Di dekat monas, ada satu museum lagi yang menurut saya cukup keren yaitu museum gajah alias museum nasional. Dijuluki museum gajah karena ada gajah imut dari perunggu hasil pemberian dari Raja Thailand. Dimuseum ini awalnya membosankan, tapi begitu pindah ke gedung sebelah yang baru saja di renovasi saat itu, ternyata perkiraaan saya salah. Interiornya modern dan ada beberapa lantai yang isinya adalah pakaian, senjata, arca, dll yang belum pernah saya lihat sebelumnya.

Museum Nasional

(luar museum nasional)

Namun dari museum2 diatas, pengunjungnya rata2 adalah turis asing. Bahkan saya tidak melihat turis domestik berada disana selain di monas. Mungkin karena saya mengunjungi museum tersebut bukan saat masa liburan atau memang mayoritas orang Indonesia tidak suka museum. Padahal tiket masuknya murah, bahkan lebih murah daripada nonton bioskop. Yah semoga dengan perkembangan zaman, semoga kita semua tidak melupakan sejarah besar bangsa ini. Pesan bung Karno adalah jas merah (jangan sekali2 melupakan sejarah)

6 responses to “Wisata Musium di Jakarta

  1. Penasaran banget pengen ke museum BI, tapi pas ke sana lagi tutup😦 ….tapi memang bener, orang Indonesia sepertinya kurang begitu tertarik dengan wisata museum, padahal di luar negeri museum2 bisa jadi ikon wisata…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s